Aba Catering

Jasa catering Palembang dengan segudang pengalaman, sudah beroperasi sejak tahun 1999, cita rasa terjaga karena chef Heriyanto selaku owner terjun langsung.

Pastikan jamuan Anda berada ditangan ahli dengan rasa enak, harga bersaing, pelayanan terbaik dan pastinya 3H (halal, higienis, harga terjangkau).

Kenapa harus Aba Catering?

Harga termurah

Harga terjangkau dan termurah dikelasnya

Sejak 1999

Terpercaya sejak 1999 oleh masyarakat Palembang

Menu beragam

Bisa custom menu menyesuaikan budget

Service bintang 5

Pelayanan top seperti dijamu di hotel berbintang

Layanan Aba Catering

Diulas di Google dengan rating

CateringdiPalembang.com

CateringdiPalembang.com dioperasikan oleh Aba Catering Palembang. Memuat informasi produk dan layanan Aba Catering yang melayani jasa catering di Palembang dan sekitarnya.

Selain menu tradisional Indonesia dan Palembang, Aba Catering juga berpengalaman dalam mempersiapkan hidangan Chinese dan Western.

Silakan menghubungi kontak Aba Catering bila dalam waktu dekat Anda mempunyai rencana mengadakan acara, Aba Catering siap melayani.

Alamat:
Jalan Pangkalan Komp. Bumi Sako Damai Rt. 97 Rw. 57 No. K-11 kec. Sako Kel. Sako, Palembang

Blog kami

Palembang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang terkenal dengan Jembatan Ampera. Dalam hal makanan, provinsi terbesar ke-2 di Pulau Sumatera kondang dengan pempeknya. Kuliner yang terbuat dari ikan tersebut hampir ada di berbagai acara di Palembang, termasuk juga saat acara pernikahan.

Seperti wilayah lainnya di Indonesia, kota yang memiliki julukan Venesia dari Timur ini memiliki banyak kuliner khas yang dihidangkan saat acara nikahan. Nah, berikut ini ada tujuh kuliner khas Palembang yang kerap kali ada dalam acara pernikahan. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi untuk acaramu selanjutnya.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pempek merupakan kuliner yang selalu ada di berbagai acara, termasuk pernikahan. Ini merupakan makanan yang berbahan dasar ikan. Awalnya, ikan yang digunakan adalah jenis belida yang berasal asli dari Sungai Musi.

 

Namun seiring berjalannya waktu keberadaan ikan tersebut makin langka, jadilah diganti dengan jenis lainnya. Bisa ikan gabus, tenggiri, kakap merah, ekor kuning, dan lain-lain.

Jenis pempek juga beragam, mulai dari kapal selam, lenjer, lenggang, dos, udang kering, dan lain sebagainya. Biasanya, pempek ini akan disajikan dengan kuah cuko yang manis, asam, dan pedas.

Hidangan selanjutnya adalah laksan. Sebenarnya, laksan ini merupakan potongan pempek lenjer yang dihidangkan dengan santan kental pedas. Tidak lupa ditaburi bawang merah goreng dan juga irisan daun bawang. Perpaduan rasa gurih dari pempek dan pedas dari santannya sangat menggugah selera. Tidak sedikit orang yang mencari-cari hidangan ini saat acara pernikahan.

Nasi minyak merupakan makanan yang terbuat dari nasi yang diolah dengan minyak samin. Nasi ini biasanya dipadukan dengan beberapa lauk antara lain daging malbi, ayam panggang, sambal nanas, dan lain-lain.

Kuliner ini sangat kental dengan sejarah. Bagaimana tidak, ternyata dulunya nasi minyak hanya disajikan untuk Sultan Palembang yang disantap setelah shalat Jumat. Namun sekarang nasi yang dahulu masuk makanan mewah ini sudah bisa dinikmati semua kalangan masyarakat. Bahkan jadi salah satu hidangan untuk momen penting seperti pernikahan, Idul Fitri, sunatan, dan lain-lain.

Daging malbi merupakan makanan pendamping nasi minyak yang enak juga dipadukan dengan nasi biasa. Bahan utama pembuatnya adalah daging sapi yang diolah dengan cara direbus dengan kecap manis dan juga beberapa bumbu dapur serta rempah yang melimpah. Dalam momen seperti Idul Fitri, daging malbi juga dipadukan dengan ketupat atau lontong sebagai lauk. Bisa dibilang malbi ini merupakan semurnya masyarakat Palembang.

Kue Srikayo atau yang disebut juga dengan kue srikaya juga merupakan salah satu hidangan dalam pernikahan Palembang. Meski memiliki nama srikaya, bahan baku pembuatnya tidak menggunakan srikaya sama sekali. Bahannya hanya telur, santan kental, dan gula saja. Biasanya memiliki warna hijau yang berasal dari daun pandan atau suji.

Teksturnya sendiri lembut dengan citarasa legit. Cara makannya, biasanya dipadukan dengan ketan atau roti tawar supaya rasa manis dari kue srikayo ini bisa sedikit diminimalisir.

Kue Delapan Jam

Bagi kamu yang pernah berkunjung ke Palembang, kue satu ini sudah tidak asing. Selain pempek, kue inilah yang juga kondang sangat khas Palembang. Seperti namanya, kudapan ini benar-benar diolah dalam waktu delapan jam. Pengolahan yang lama inilah membuatnya memiliki tekstur yang lebih lembut dan enak.

 

Ciri khas dari makanan ini adalah memiliki warna coklat dengan tekstur yang terlihat padat. Bahan baku pembuatnya adalah telur, margarin, tepung terigu, susu kental manis, vanili, dan juga gula pasir. Selain jadi hidangan saat pernikahan, kue delapan jam ini juga kerap kali jadi buah tangan para pengunjung yang traveling ke Palembang.

Kue Maksuba

Kue maksuba memiliki bahan-bahan pembuat yang mirip dengan kue delapan jam. Meski begitu, citarasanya cukup berbeda karena cara pembuatannya juga tidak sama. Kue ini masuk dalam salah satu kue tertua di Palembang dan masuk ke dalam hidangan yang cukup istimewa. Karena memang seringkali dihidangkan untuk menghormati para tamu yang datang.

 

Jika kue delapan jam diolah dengan cara dikukus, kue ini dipanggang. Citarasa kue ini manis cenderung legit, cocok sekali dipadukan dengan kopi atau teh tawar. Jadi rasanya akan saling melengkapi. Keberadaan kue ini sekarang sudah bertebaran, tidak hanya untuk acara-acara spesial saja, namun juga hari-hari biasa  mudah ditemukan.